Apakah sebenarnya yang
dimaksud masa depan itu?
Manusia lahir, tumbuh, menjadi anak-anak, remaja, dewasa, tua, dan akhirnya mati. Ketika menyebut istilah "masa depan", kebanyakan kita membayangkan sebuah masa tua yang tenang, karena
punya rumah besar, cukup makanan dan pakaian, semua anak-anak telah menjadi "orang", dan telah melahirkan banyak cucu yang sehat sejahtera, dan kita duduk beruncang-uncang kaki di atas kursi goyang, menyaksikan keriangan para cucu yang akan menyambung sejarah kita.
Itukah yang dimaksud "masa depan"? Itukah "sorga dunia" yang kita idam-idamkan, yang membuat kita semua sekarang tidak berhenti memutar otak, membanting tulang dan memeras keringat?
Manusia lahir, tumbuh, menjadi anak-anak, remaja, dewasa, tua, dan akhirnya mati. Ketika menyebut istilah "masa depan", kebanyakan kita membayangkan sebuah masa tua yang tenang, karena
punya rumah besar, cukup makanan dan pakaian, semua anak-anak telah menjadi "orang", dan telah melahirkan banyak cucu yang sehat sejahtera, dan kita duduk beruncang-uncang kaki di atas kursi goyang, menyaksikan keriangan para cucu yang akan menyambung sejarah kita.
Itukah yang dimaksud "masa depan"? Itukah "sorga dunia" yang kita idam-idamkan, yang membuat kita semua sekarang tidak berhenti memutar otak, membanting tulang dan memeras keringat?