Meskipun
Bahasa Arab merupakan bahasa umum di semenanjung Arabia, perbedaan
lingkungan dan sejarah dari berbagai suku menghasilkan perbedaan dialek
yang sangat beragam. Dalam banyak hal, setiap suku menggunakan
kata-kata yang berbeda untuk menyebut satu barang. Sebagai contoh,
beberapa suku menyebut singa asad, yang lain menggunakan kata layth, hamzah, hafs atau ghadanfar.
Dalam hal lain, perbedaan-perbedaan timbul karena huruf-huruf tertentu diucapkan dengan bunyi berbeda. Namun, pada masa Nabi Muhammad, dialek suku Quraisy muncul sebagai dialek yang paling menonjol. Dialek Quraisy menjadi sangat dihormati dari semua dialek karena alasan-alasan sebagai berikut:
Dalam hal lain, perbedaan-perbedaan timbul karena huruf-huruf tertentu diucapkan dengan bunyi berbeda. Namun, pada masa Nabi Muhammad, dialek suku Quraisy muncul sebagai dialek yang paling menonjol. Dialek Quraisy menjadi sangat dihormati dari semua dialek karena alasan-alasan sebagai berikut:
